Tuesday, December 6, 2011

Dr Muhaya - Hijrah Yang Dituntut




Dr Muhaya Dalam program "HIJRAH YANG DITUNTUT"... NICE VIDEO... BYK MSG YG DIA SMPAIKAN..INSYA ALLAH KITA KONGSI BERSAMA OK :) ... LOVE IT..

Cara Pemakanan Rasulullah saw


Cara Pemakanan Rasulullah saw..

Sarapan Pagi Rasulullah Salallahu Salallahu ‘alaihi

Setelah meminum segelas air yang telah dicampur dengan madu, beliau bersandar sesaat. Dan setelah ibadah, beliau -Salallahu ‘alaihi Wassalam- bertafakkur (merenung) tentang ibadah dan taat kepada Allah Ta’ala. Setelah mendirikan shalat Dhuha, beliau memakan tujuh butir kurma kering yang kedalam segelas air susu s...ebagaimana yang diriwayatkan dari beliau oleb Abu Nu’aim dan Abu Daud, bahwa beliau membatasi dengan seteguk air susu dan 7 butir kurma kering, sebagaimana sabda beliau ‘Barangsiapa memasuki pagi hari dengan 7 butir kurma kering, maka dia tidak akan terkena racun dan sihir”.

Makan Siang Rasulullah Salallahu ‘alaihi Wassalam

Setelah sarapan sekali di pagi hari, maka beliau tidak makan hingga selesai shalat ashar. Kemudian beliau mengambil sesendok makanan minyak zaitun yang dicampur dengan dua tetes cuka dan potongan roti gandum, yaitu kira-kira seukuran genggaman tangan. Hal ini dikarenakan Allah Ta’ala telah berfirman “…minyak dan pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api..”(QS.An Nuur: 35).
Pengetahuan modern telah menemukan bahwa banyak dari penyakit kanker, seperti kanker tulang, yang menggunakan minyak zaitun untuk proses penyembuhannya. Hal ini seperti yang pernah Allah firmankan tentang minyak zaitun “… pemakan makanan bagi orang-orang yang makan.” (QS. An-Nuur: 20). Kalimat sibghun berarti mewarnai seluruh jasad atau ia memiliki sifat mewarnai. Kedokteran modern menguatkan hal ini dan menemukan bahwa minyak zaitun terdiri dari asam lemak yang tidak mengenyangkan.

Makan Malam Rasulullah Salallahu ‘alaihi

Selesai mendirikan shalat lsya, shalat nawafil (sunnah), kemudian witir dan sebelum mendirikan shalat malam, maka Nabi akan makan malam, yaitu susu kental dengan potongan roti gandum. Pengetahuan modern telah membuktikan bahwa meminum segelas susu kental ketika makan malam akan dapat membersihkan sisa makanan yang masih tersisa di usus besar, kemudian ia akan menguraikan sisa makanan tersebut menjadi susunan yang lebih sederhana dan kecil hingga akhirnya memudahkan sisa makanan dan vitamin yang terkandung di dalamnya diserap.

firman Allah Ta’ala, “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah teladan yang baik bagi kalian semua”.

~~BERUBAH KEPADA KEHIDUPAN RASULLAH SAMBIL MENGAMALAKN SUNNAHNYA~~

i believe with lyrics [ HD ]





My Fourite song .... Irfan Makki and Maher Zain - I believe .

When you’re searching for the light
And you see no hope in sight
Be sure and have no doubt
He’s always close to you

He’s the one who knows you best
He knows what’s in your heart
You’ll find your peace at last
If you just have faith in Him

You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
My biggest wish is to see you one day


Chorus:
I believe
I believe
Do you believe, oh do you believe?

MAHER ZAIN
Coz I believe
In a man who used to be
So full of love and harmony
He fought for peace and liberty
And never would he hurt anything
He was a mercy for mankind
A teacher till the end of time
No creature could be compared to him
So full of light and blessings

You’re always in our hearts and minds
Your name is mentioned every day
I’ll follow you no matter what
If God wills we’ll meet one day

Chorus

If you lose your way
Believe in a better day
Trials will come
But surely they will fade away
If you just believe
What is plain to see
Just open your heart
And let His love flow through

I believe I believe, I believe I believe
And now I feel my heart is at peace

Chorus

I believe I believe, I believe I believe

Lyrics: Maher Zain, Bara Kherigi & Irfan Makki
Melody: Irfan Makki & Maher Zain
Arrangement: Maher Zain

LA Tahzan :)


Allah Akan Mengganti Yang Lebih Baik. Allah tidak pernah mencabut sesuatu
dari anda kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi, itu apabila anda bersabar dan tetap ridha dengan segala ketetapanNya. "Barangsiapa yang Aku butakan
kedua matanya lalu ia bersabar, nescaya akan Aku ganti dengansyurga." (Al-Hadith) "Siapa saja orang di dunia ini yang kekasihnya Aku cabut nyawanya,
kemudian dengan cobaan yang Aku timpakan ini dia (bersabar dan)
mengharap pahalaKu, niscaya akan Aku ganti dengan syurga." (Al-Hadith) Yakni; barangsiapa kehilangan anaknya tetap berusaha untuk bersabar, maka di alam keabdian kelak akan dibangunkan untuknya sebuah Baitul-Hamd (Istana Pujian).

Silakan anda qiaskan kejadian-kejadian tersebut dengan kehidupan anda, krn yg dipaparkan di sini sekedar contoh. Maka anda tidak usah terlalu bersedih dngn musibah yg menimpa anda, sebab yg menentukan semua itu memiliki syurga, balasan, pengganti,dan ganjaran yang besar. Para wali Allah yang pernah ditimpa musibah, ujian dan cobaan akan mendapatkan penghormatan yang agung di syurga Firdaus. Itu tersirat dalam firmanNya: "Kesejahteraan dan kebahagiaan bagi kalian krn kalian telah bersabar dalam mentaati Allah dan menerima cobannNya.

Syurga adalah sebaik-baik tempat kesudahan." (Ar-Rad: 24) Betapapun, kita harus melihat dan yakin bahwa dibalik musibah terdapat ganti dan balasan dari Allah yang akan selalu berakhir pada kebaikan kita. Dengan begitu kita akan termasuk: "Mereka itulah mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang- orang yang dapat petunjuk." (Al- Baqarah: 157) Ini merupakan ucapan selamat bagi orang-orang yang mendapat musibah dan kabar gembira bagi orang-orang yang mendapat bencana. Umur dunia ini sangat pendek dan gudang kenikmatannya pun sangat miskin.

Adapun akhirat lebih baik dan kekal. Sehingga, barangsiapa di dunia mendapat musibah, ia akan mendapat kesenangan di akhirat kelak; dan barangsiapa hidup sengsara di dunia, ia akan hidup bahagia di akhirat. Lain halnya dengan mereka yang memang lebih mencintai dunia, hanya menginginkan kenikmatan dunia saja, dan lebih senang pada keindahan dunia. Hati mereka akan selalu gundah-gulana; cemas tidak mendapatkan kenikmatan dunia dan takut tidak nyaman hidupnya di dunia.

Mereka ini hanya menginginkan kenikmatan dunia saja, sehingga mereka selalu memandang musibahsebagai malapetaka besar yang mematikan. Mereka juga akan memandang setiap cubaan sbg sesuatu yang gelap-gulita selamanya. Ini adalah kerana mereka selalu memandang ke arah bawah telapak kakinya dan hanya mengagungkan dunia yang fana' dan tidak berharga ini.

Wahai orang-orang yang tertimpa musibah; sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang hilang dari kalian. Kalian justru beruntung, krn Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hambaNya dengan "surat ketetapan" yang di sela-sela huruf kalimatNya terdapat kelembutan, kasih-sayang, pahala, ada balasan, dan juga pilihan.

Maka dari itu, siapa saja yang tertimpa musibah yang hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata yang jernih dan pola fikir yang panjang. Dengan begitu ia akan menyaksikan bahawa buah manis dari musibah itu adalah: "... lalu didirikanlah di antara mereka (orang-orang mukmin dan orang- orang munafiq) dinding yang mempunyai pintu, yang di sebelah dalamnya ada rahmat (syurga) dan di sebelah luarnya ada siksa (neraka)." (Al-Hadid: 13) Dan sesungguhnya apa yang di sisi
Allah itu lebih baik, lebih abadi, lebih utama, dan lebih mulia.


Sumber:
Laa Tahzan
Dr. Aidh Al-Qarni

Monday, December 5, 2011

WAHAI DIRIKU


BERANILAH MENGEMUKAKAN SOALAN TERHADAP DIRI KITA

1. Wahai diriku,tahukah kamu, kamu akan menjalani perjalanan jauh yang takkan kembali.? Tahukah kamu wahai diriku apakah kamu sudah mempersiapkan bekal yang cukup untuk perjalanan itu?

2. Wahai diriku...sudahkah kamu membekalkan diri dengan amal soleh yang cukup sebagai penenang gelisahmu di kubur?

3. Wahai diriku...sudah berapa lama kamu hidup,dan... berapa lama lagi kamu akan hidup? Sedarkah kamu bahawa setiap permulaan itu akan ada pengakhirannya dan akhir dari segalanya adalah SYURGA atau NERAKA?

4. Wahai diriku...pernahkah kamu mengkhayalkan ketika malaikat turun dari langit untuk mencabut rohmu,sedangkan ketika itu kamu tidak sedar wahai diriku?

5. Wahai diriku..pernahkah kamu mengkhayalkan hari itu,ketika hari terakhir dalam hidupmu,ketika kamu akan berpisah dari keluarga,anak-anak,kekasih dan para sahabat serta kaum kerabat? Itulah KEMATIAN dengan masa-masa sukar kedatangannya beserta penderitaan. ITULAH KEMATIAN...ITULAH KEMATIAN..

14 Perkara Sunat dilakukan (10 Muharam)


‎14 perkara sunat dilakukan pada hari Asyura (10 Muharram):

1. Melapangkan masa/belanja anak isteri. Fadilatnya - Allah akan melapangkan hidupnya pada tahun ini.
2. Memuliakan fakir miskin. Fadilatnya - Allah akan melapangkannya dalam kubur nanti.
3. Menahan marah. Fadilatnya - Di akhirat nanti Allah akan memasukkannya ke dalam golongan yang redha.
... 4. Menunjukkan orang sesat. Fadilatnya - Allah akan memenuhkan cahaya iman dalam hatinya.
5. Menyapu/mengusap kepala anak yatim. Fadilatnya - Allah akan mengurniakan sepohon pokok di syurga bagi tiap-tiap rambut yang disapunya.
6. Bersedekah. Fadilatnya - Allah akan menjauhkannya daripada neraka sekadar jauh seekor gagak terbang tak berhenti-henti dari kecil sehingga ia mati. Diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.
7. Memelihara kehormatan diri. Fadilatnya - Allah akan mengurniakan hidupnya sentiasa diterangi cahaya keimanan.
8. Mandi Sunat. Fadilatnya - Tidak sakit (sakit berat) pada tahun itu. Lafaz niat: "Sahaja aku mandi sunat hari Asyura kerana Allah Taala."
9. Bercelak. Fadilatnya - Tidak akan sakit mata pada tahun itu.
10. Membaca Qulhuwallah hingga akhir 1,000X. Fadilatnya - Allah akan memandanginya dengan pandangan rahmah di akhirat nanti.
11. Sembahyang sunat empat rakaat. Fadilatnya - Allah akan mengampunkan dosanya walau telah berlarutan selama 50 tahun melakukannya. Lafaz niat: "Sahaja aku sembahyang sunat hari Asyura empat rakaat kerana Allah Taala." Pada rakaat pertama dan kedua selepas Fatihah dibaca Qulhuwallah 11X.
12. Membaca "has biallahhu wa nik mal wa keel, nikmal maula wa nikmannaseer". Fadilatnya - Tidak mati pada tahun ini.
13. Menjamu orang berbuka puasa. Fadhilat - Diberi pahala seperti memberi sekalian orang Islam berbuka puasa.
14. Puasa. Niat - "Sahaja aku berpuasa esok hari sunat hari Asyura kerana Allah Taala." Fadilat - Diberi pahala seribu kali Haji, seribu kali umrah dan seribu kali syahid dan diharamkannya daripada neraka.

WALLAHU A'LAM..

TIDAK MUDAH


Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan teriris
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyedari itu bagian dari kasih Ilahi
Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita

Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terperuk
... Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyedari...
Bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya Agar kita tumbuh besar dan kuat

Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan
Tapi akan terasa INDAH ketika kita bisa membahagiakan orang lain
Bukan membahagiakan diri sendiri

Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan di hina
Tapi akan terasa INDAH kalau itu bagian dari penyucian diri...
Dan ikhlas hanya mengharap redha Ilahi

Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya
Tapi akan terasa INDAH ketika menyedari itu adalah awal dari kesuksesan kita

Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyedari itulah jalan yang harus ditempuh
Untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya

Tidak MUDAH menghilangkan duka kerana kehilangan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyedari...
Bahwa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat

Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cubaan yang terus mendera
Tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur
Dan menyedari itu bahgian dari cara Allah menyayangi hambanya...
Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya.

Putus asa


Firman Allah: (maksudnya) “Katakanlah: "Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dia jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”. (Surah al-Zumar: 53).

Justeru, sesiapa yang menyebabkan manusia putus harapan t...erhadap Tuhan maka dia akan dihukum. Dalam konteks itu Nabi s.a.w bersabda: “Jika seseorang berkata: binasalah manusia, maka dialah yang paling binasa” (Riwayat Muslim). Maksud jika dia menyatakan bahawa sudah tiada rahmat atau keampunan untuk orang lain, maka dialah yang paling jauh dari rahmat dan keampunan.

Ini kerana, apabila manusia putus asa dari rahmat Allah maka dia akan terus menjadi pemaksiat atau penderhaka kepada Allah. Apa lagi yang hendak dilakukan apabila sudah tiada ruang keampunan dan kerahmatan melainkan meneruskan hidup ‘menikmati’ dosa. Maka, sesiapa yang menyebabkan orang putus asa, dia amat ‘celaka’. Segala kerosakan akan berlaku akibat putus asa tersebut.

Dalam kehidupan duniawi, sesiapa putus harapan maka dia akan putus asa. Sesiapa yang putus asa sanggup melakukan apa sahaja bagi menamatkan kehidupan, atau menghidupkan harapan yang baru. Jangan hairan jika orang yang putus asa itu membunuh diri, atau meletupkan diri bersama orang lain, ataupun melakukan kerosakan yang dahsyat. Tiada apa yang hendak dibimbangkan lagi. Tiada apa yang hendak ditakutkan lagi. Itulah yang akan terjadi akibat putus harapan.

Sunday, December 4, 2011

Beberapa Persoalan utk menyedarkan hati kita...


Beberapa persoalan untuk menyedarkan Hati :

1.Sudahkah anda membaca Al-Quran hari ini?
2.Sudahkan anda solat 5 waktu pada waktunya?
3.Sudahkah anda membaca maksurat dan doanya?
... 4.Adakah anda menyuruh pada yang Makruf?
5.Sudahkah anda mencegah yang Mungkar?
6.Adakah anda bangun solat malam (Qiamullail)?
7.Adakah anda solat rawatib?
8.Sudahkah anda bersedekah?
9.Adakah anda faham, sedar dan yakin dengan Islam?
10.Adakah anda membaca sesuatu berkenaan dengan Islam?
11.Adakah anda merasa anda sentiasa dalam perhatian Allah?
12.Adakah anda sudah betul-betul berazam untuk beristiqamah secara syumul dengan Islam?
13.Adakah anda telah berdoa?
14.Sudahkah anda menziarahi jiran, sahabat dan keluarga?
15.Sudahkah anda menghafal beberapa surah Al-Quran?
16.Sudahkan anda bersenam untuk hak tubuh anda?
17.Sudahkan anda berusaha menyebarkan fikrah Islam?
18.Adakah anda telah mengingatkan diri untuk berjihad?
19.Adakah anda merasa Izzah ( Bangga ) menjadi seorang Islam dan pendakwah?
20.sudahkah anda menjaga aurat dengan sempurna...?
21.adakah anda menyebokkan hati anda dgn mencintai kekasih atau kepada Allah s.w.t ?
22.adakah anda berasa riak dgn kecantikan yg Allah s.w.t berikan kpd anda?
23.adakah anda rasa bahawa diri anda cukup sempurna...?

Ikhwah yang di kasihi…yang pastinya semua bentuk persoalan ini hanya akan mampu dijawab dengan AMALAN. Wallahualam…

“HASIBUU ANFUSAKUM QABLA AN TUHASIBUU”

“Hisablah diri kamu sebelum diri kamu dihisab”

FADILAT BACA 10 AYAT SURAH AL-BAQARAH



"Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan ubat, dan Dia menjadikan bagi tiap-tiap penyakit itu ada ubatnya, maka berubatlah kamu, tetapi jangan berubat dengan benda yang haram." (Riwayat Abu Daud)

FADILAT BACA 10 AYAT SURAH AL-BAQARAH

... DIRIWAYATKAN daripada Ibn Mas’ud r.a, katanya: “Sesiapa membaca 10 ayat daripada surah al-Baqarah ketika awal waktu siang, syaitan tidak akan menghampirinya hingga ke petang.

Jika ia membacanya pada waktu petang, syaitan tidak mendekatinya hingga ke pagi. Ia juga tidak akan melihat sesuatu yang ia benci pada keluarga dan harta bendanya,” (Riwayat al-Darimi, al-Bhaihaqi di dalam kisah Syu’ab al-Iman).

Ibn Mas’ud r a, meriwayatkan bahawa Nabi SAW bersabda: “Sesiapa membaca 10 ayat: Empat daripada awal surah al-Baqarah, ayat al-Kurysi, dua ayat selepasnya dan ayat penutup surah al-Baqarah, nescaya syaitan tidak akan memasuki rumah itu hingga pagi,” (Riwayat al-Tabrani dalam al-Kabir dan riwayat al-Hakim, kata hadis dinilai Sahih).

Kenapa Anak Jadi Derhaka? ...


Kenapa Anak Jadi Derhaka?.

Sabda Rasulullah s.a.w.“Berguraulah dengan anak kamu kala usianya satu hingga tujuh tahun. Berseronok dengan mereka, bergurau hingga naik atas belakang pun tak apa. Jika suka geletek, kejar atau usik anak asalkan hubungan rapat. Lepas tujuh hingga 14 tahun kita didik dan ajar, kalau salah pukullah dia (sebagai pengajaran)” dimana yang nak dipukul tu? Tapak kakinya… buka...n muka, punggung, telinga dan ditempat-tempat yang sensitif… itu salah…

“Jika dia bijak dan menang dalam sebarang pertandingan sekolah, ucapkan tahniah. Tidak salah kita cium atau peluk mereka sebagai tanda penghargaan. Kala umur mereka 14 hingga 21 tahun jadikan kawan. Tetapi selalunya usia beginilah ibu bapa mula merenggangkan hubungan dan ini menyebabkan anak derhaka”.

Yang penting anak-anak harus dilatih sembahyang jemaah bersama, latih cium tangan dan peluk penuh kasih dan sayang, maka mereka tidak akan tergamak menderhaka.

“Saya pernah tinjau, anak-anak yang lari daripada rumah, berpunca daripada rasa bosan. Belum sempat letak beg sekolah, ibu dah suruh macam-macam. Si anak rasa tertekan dan menyampah dengan persekitaran dan rumahnya. Boleh disuruh tetapi berikan hak mereka di rumah.Yang penting dia balik ke rumah suka, dan pergi sekolah pun seronok.

“Mungkin ibu bapa punya alasan tidak rapat dengan anak-anak kerana sibuk. Kita boleh cuba cara lain, balik di tengah malam, anak-anak sudah tidur, pergi bilik dan cium dahinya.Hubungan rohani tetap subur, walaupun anak tidur tetapi jiwanya sentiasa hidup.

” Jangan kita tunjuk sikap kita yang panas baran, pemarah dan ada kuasa veto kepada mereka, jangan suka mengherdik mereka dengan perkataan “bodoh, kurang ajar, sumpah seranah dan sebagainya yang merupakan doa kepada mereka”, inilah yang menyebabkan mereka derhaka kepada kita..

Mangkuk Yang Cantik, Madu Dan Sehelai Rambut


Mangkuk Yang Cantik, Madu Dan Sehelai Rambut

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan ‘Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. isterinya Sayidatina Fatimah r.ha. puteri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut ttertinggal di d...alam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Abu bakar r.a. berkata, “iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.

Umar r.a. berkata, “kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Utsman r.a. berkata, “ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

‘Ali r.a. berkata, “tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Fatimah r.ha.berkata, “seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang berpurdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah di lihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Rasulullah SAW berkata, “seorang yang mendapat taufik untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan ‘amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat ‘amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Malaikat Jibril AS berkata, “menegakkan tiang agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Allah SWT berfirman, ” Syurga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat syurga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju syurga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

KITA


Aneh kan?
Wang RM2000 kelihatan begitu besar nilainya bila dibawa ke kotak amal masjid,
tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket..

45 minit terasa terlalu lama untuk berzikir,
... tapi betapa pendeknya waktu itu untuk menonton perlawanan bola..

Betapa lamanya 2 jam berada di masjid,
tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati wayang bersama kekasih..

Susahnya merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa,
tapi betapa mudahnya cari bahan gosip bila berjumpa teman..

Betapa soraknya berpanjangan sewaktu mnonton perlawanan bola kesukaan kita,
tapi betapa bosannya bila bacaan imam panjang sewaktu solat Tarawih..

Betapa susah nak baca Al-Quran 1 juzuk je,
tapi bila baca novel 1000 halaman pon habis sekejap je(siap khatam g)..

Orang2 pakat berebut nak duduk paling depan untuk mnonton bola atau konsert,
tapi berebut cari saf paling belakang bila solat Jumaat agar dapat cepat keluar..

Susahnya turut serta bila diajak berkumpul untuk berdakwah,
tapi mudahnya bila diajak berkumpul untuk bergosip..

Kita begitu senang percaya pada yang dikatakan infotainment,
tapi kita sering mempersoalkan apa yang dikatakan Al-Quran..

Kita sanggup kunci jam untuk menonton world cup,
tapi nak kunci jam semata2 nak bermunajat di sepertiga malam tak sanggup lak..

Kita sanggup berhabis wang smata2 ingin mencuba pakaian trend terkini,
tapi kain telekung dah 10 tahun tak bertukar ganti tak amek tahu pon..

Kita sanggup download subtitle semata2 nak paham tengok movie,
tapi tak berusaha pon untuk mencari tafsir2 untuk memahami ayat2 Al-Quran..

Kita begitu mudah membazir airmata kerana putus cinta atau layan movie,
tapi begitu susah untuk mengalirkan airmata kerana Allah..

Kita sering berusaha untuk mendapatkan 'bekal' yang terbaik untuk masa depan kita,
tapi kita terlupa untuk menyediakan 'bekal' untuk menghadapi masa akhirat kita kelak..


Yakinlah bahwa ALLAH swt itu Maha Pengampun,
Sujud lah MengadapNYA,mohonlah Keampunan,
rayulah dan munajat lah kepadaNYA..
kerna susungguhnya DIA maha Mendengar doa hamba2NYA...

~Semoga ALLAH swt Merahmatimu~

Kedudukan Kita Di sisi Allah ????


Siapa yang ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah hendaklah dia mengamati bagaimana kedudukan Allah dalam dirinya.

Sesungguhnya Allah menempatkan hambaNya dalam kedudukan sebagaimana dia menempatkan kedudukan Allah pada dirinya. (HR. Al Hakim)

Cintai lah Allah dengan cara tunduk pada perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya dengan berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah Rasul-Nya, maka nisca...ya Dia akan mencintai kita jauh melebihi cinta kita itu. Tahukah kita bagaimana Allah mencintai hamba-Nya?

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda dalam sebuah Hadits Qudsi, bahwa Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
"Hamba-hamba-Ku di samping melaksanakan kewajiban-kewajiban yang Aku perintahkan, juga melaksanakan amalan-amalan sunnah demi mencapai keridhaan-Ku, hingga Aku mencintainya, dan ketahuilah bilaman Aku mencintai seorang hamba, maka Aku akan menjadi: telinga baginya yang dengannya ia mendengar, mata baginya yang dengannya ia melihat, tangan baginya yang dengannya ia memegang, kaki baginya yang dengannya ia melangkah, serta penolong baginya di manapun dan kapan pun ia berada."

Subhanallah, sesungguhnya tiada lagi yang akan kita butuhkan selain cinta Allah...

Friday, December 2, 2011

Jadikan Ia Untukku



Satu Video yg ringkas tp penuh dgn msg yg tersirat dan tersuratnya... :)

MENCIUM AL-QURAN


MENCIUM AL-QURAN...

Ramai orang yang mencium al-Quran beberapa kali selepas membacanya termasuklah AUDRA :) ^_^ atau lebih tepat mereka sebenarnya meletakkan di dahi mereka, kemudian menciumnya dan akhirnya meletakkan di dada mereka. Perbuatan ini diulang-ulang beberapa kali. Mungkin kerana mereka terlalu sayangkan quran.apakah hukum melalukan yang sedemikian?

Jawapan :

Tidak ada riwayat dari Nabi saw dan para sahabat, mereka mencium al-Quran sebagai memuliakanya. al-Syeikh Abdul Aziz Abdullah bin Baz ketika ditanya tentang hukum mencium al-Quran, beliau menjawab :

"TIDAK mengapa perbuatan tersebut, akan tetapi MENINGGALKANNYA (dari mencium al-Quran) adalah LEBIH utama (afdhol) kerana ketiadaan DALIL dalam perbuatan tersebut. Namun jika menciumnya juga, tidak mengapa. Ada diriwayatkan dari 'Ikrimah bin Abi Jahal bahawasanya dia mencium al-Quran kemudian berkata : "Ini adalah kalam tuhanku ." Akan tetapi perbuatan ini tidak diriwayatkan dari sahabat yang lain, tidak juga dari Nabi saw. Tambahan pula riwayat tersebut ada pertikaian. Oleh itu kalau menciumnya disebabkan memuliakanya atau sayang kepadanya tidak mengapa. Jika ditinggalkan adalah lebih baik."

Lajnah Da-imah lil Ifta pula berkata :

"Tidak kami ketahui untuk seseorang mencium al-Quran itu asalnya." Dalam jawapan yang lain : "Tidak kami ketahui adanya dalil dalam pensyariatan mencium al-Quran al-Karim, sedang ia diturunkan untuk dibaca dan dihayati dan dimuliakan dan diamalkan." (Bil. Fatwa : 4172)

Al-Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albani pula di dalam fatwanya seolah-olah MEMBANTAH perbuatan mencium al-Quran kerana Nabi saw TIDAK pernah melakukannya. Demikian juga para SAHABAT tidak pernah melakukanya. Beliau berkata : Jika perkara itu BAIK, sudah tentu mereka MENDAHULUI kita dalam melakukannya."

Wallahu a'lam.

PERILAKU PARA SUFI SAAT MENGHADAPI KEMATIAN


... PERILAKU PARA SUFI SAAT MENGHADAPI KEMATIAN ...

Bismillahi minal Awwali wal Akhiri ... Seperti kita ketahui perilaku orang shalih menghadapi ajal atau naza' berbeza-beza. Diantaranya ada yang terlimpahi rasa takut disertai rasa hormat, ada yang terlimpahi rasa harapan, dan ada yang dibuka oleh Allah seketika akan hal-hal yang berkaitan dengan keharusan mereka untuk tenang dan tenteram serta keteguhan yang baik.Sekedar contoh,di bawah ini sedikit sikap beberapa sufi saat menghadapi ajal ....

Dikisahkan,ketika orang-orang menjenguk Abdullah bin Mubarak saat menjelang kematiannnya,dia tampak sedang tertawa.Kemudian dia ditanya soal tertawanya itu.Abdullah menjawab, "Mengapa aku tidak boleh tertawa? Sedangkan perpisahan dengan yang paling kujauhi telah dekat, sementara tiba lebih cepat Dzat yang benar-benar kuharapkan begitu dekat?"

Suatu ketika di tempat Mumsyad Ad-Dinawary datang seorang miskin,seraya mengucapkan salam.Setelah mereka yang hadir di tempat itu menjawab salamnya,si miskin berkata lagi, "Apakah di sini terdapat tempat yang bersih,yang mungkin boleh ditempati oleh manusia yang mati?" Orang-orang menunjukkan sebuah tempat dan sebuah mata air.Si miskin itu lalu mendatangi tempat tersebut,mengambil air wudhu,shalat,kemudian menjulurkan kakinya dan kemudian mati.

Ketika Dzun Nun Al-Mishry sedang naza' diminta untuk berwasiat.Beliau malah menjawab, "Jangan ganggu aku.Aku ini sedang terpesona oleh keindahan-keindahan kelembutanNya.

Saat Hasan bin Ali mendekati wafatnya,beliau menangis.Seseorang lalu bertanya, " Apa yang membuatmu menangis?" Beliau menjawab, "Karena aku bakal datang kepada Allah Yang Maha Agung,yang belum pernah kulihat."

Abdul Husaein Al-Maliky menuturkan bahwa dirinya berguru dengan An-Nassaj selama beberapa tahun.Delapan hari menjelang kematian sang guru berkata, "Hari kamis tepatnya waktu isya,aku akan mati.Aku akan dimakamkan hari jum'at,sebelum shalat jum'at.Kamu jangan lupa itu!" Ternya apa yang dikatakan gurunya tepat adanya.

Dikisahkan,ketika ajal An-Nassaj hampir tiba,bersamaan dengan datangnya shalat isya.Sang pencabut nyawa,malaikat Izrail,sedang membungkuk di atas tubuhnya ketika An-Nassaj mengangkat kepalanya.An-Nassaj lalu berseru kepada malaikat maut, "Berhenti ! Semoga Allah memaafkanmu ! Tunggulah sebentar ! Engkau adalah hamba yang diperintah,dan akupun hamba yang diperintah. Kepadamu diperintahkan untuk mengambil nyawaku, dan kepadaku pun diperintahkan untuk menjalankan shalat apabila telah tiba waktunya. Engkau mempunyai kesempatan waktu yang luas untuk melaksanakan perintah,sedangkan aku hanya dikesempatan ini.Bersabarlah hingga aku selesai shalat isya."Kemudian An-Nassaj bersuci dan melaksanakan shalat isya.Begitu selesai,beliau meninggal dunia.

Ketika Abu Ya'qub Ishaq An-Nahrajury sedang berada di Mekkah, tiba-tiba datang seorang miskin membawa dinar, lalu berkata, "Bila esok tiba, akupun mati.Tolong buatkan kuburanku dari separuh dinar ini,dan separuhnya untuk persiapanku." Mendengar itu,Abu Ya'qub berkata dalam hati, "Anak muda ini tidak waras,dan dia sedang dalam kekurangan." Ketika esok hari tiba,dia datang lagi masuk ke Masjidil Haram dan thawaf.Setelah itu berlalu dan menjejak-jejakan tanah."Itu dia pura-pura mati." kata Abu Ya'qub dalam hati.Waktu Abu Ya'qub menghampiri dan menggerak-gerakan tubuh si miskin,ternyata dia benar-benar mati.Akhirnya sebagaiman pesannya orang itu dikuburkan.

Diriwayatkan,ada seorang miskin datang pada Abu Ali Ar-Rudzbary,l alu mati.Abu Ali segera menguburkannya.Ketika wajah si mayat dibuka untuk diletakkan di atas tanah,tiba-tiba matanya tebuka dan berkata, "Wahai Abu Ali,apakah engkau menghina diriku di sisi Dzat yang memanjakanku?" Abu Ali menjawab, "Saudaraku,apakah ada kehidupan setelah mati?" Kata si mayat, "Bahkan aku ini hidup,dan orang yang mencintai Allah swt selalu hidup. Esok nanti tiada yang membahayakanmu,wahai Rudzbary."

Abu Sa'id Al-Kharraz menuturkan,saat melewati pintu Bani Syaibah dia melihat seorang pemuda tampan dalam keadaan meninggal dunia.Tiba-tiba si mayat tampak tersenyum dan berkata kepada Abu Sa'id, "Hai Abu sa'id,ketahuilah bahwa sesungguhnyapara kekasih Allah swt itu hidup,walaupun mereka itu mati. Mereka hanya dipindahkan dari rumah satu ke rumah yang lain."

Abu Ali Muhammad Ar-Rudzbary mengatakan,ketika dirinya memasuki Mesir,tampak sekumpulan orang sedang mengusung jenazah seseorang.Menurut keterangan orang-orang,dia meninggal dunia karena mendengar syair yang berbunyi, "Betapa besar dosa hamba,yang ambisi sekali melihat-Mu."

Suatu pagi setelah shalat subuh,salah seorang murid Abdullah bin Mubbarak berdoa, "Ya Allah,hari telah siang pula.Majikanku di atas dunia ini akan segera tiba untuk meminta uang dariku. Engkau adalah sumber kekayaan bagi orang-orang miskin. Berikanlah uang kepadaku dari sumber yang hanya Engkaulah yang tahu."

Saat itu juga seberkas sinar membersit dari langit dan sekeping dirham perak jatuh ke tangan si murid. Abdullah yang diam-diam menyaksikan kejadian itu,tidak dapat menahan dirinya.Dia bangkit, dan dan dirangkulnya kepala muridnya itu ke dadanya lalu diciumnya. Setelah menyadari apa yang terjadi,si murid berseru, "Ya Allah,kini setelah penutup diriku diketahui orang, tidak ada ketenangan bagiku di atas dunia ini. Demi kebesaran dan keagungan-Mu Ya Allah, ku mohon kepada-Mu,janganlah engakau biarkan aku tergelincir karena diriku sendiri. Oleh karena itu cabutlah nyawaku sekarang juga." Kepalanya masih dalam dekapan Abdullah ketika dia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Abdullah segera mengurus jenazah muridnya yang istimewa itu.

Dikasahkan ketika tiba saatnya Rabi'ah Al-Adawiyah harus meninggalkan dunia fana ini,orang-orang yang menungguinya meninggalkan kamarnya dan menutup pintu kamar itu dari luar. Setelah itu mereka mendengar dari luar suara yang mengatakan, "Wahai jiwa yang tenang,kembalilah kepada Tuhanmu dengan berbahagia." Beberapa saat kemudian tak terdengar lagi suara dari kamar Rabi'ah.Orang-orang lalu membuka kamar itu dan mendapati Rabi'ah telah meninggal dunia.

Setelah Rabi'ah wafat,ada yang bertemu denganya dalam mimpi. Kepadanya ditanyakan, "Bagaimana engkau menghadapi malaikat Munkar dan Nakir?" Jawab Rabi'ah, " Kedua malaikat itu menanyakan siapa Tuhanku?",kemudian ku jawab, "Pergilah kepada Tuhanmu dan katakan kepadaNya,'Janganlah Engkau melupakan wanita tua yang lemah ini. Aku hanya memiliki Engkau saat di dunia yang luas itu,tidak pernah lupa kepadaMu. Tetapi,mengapa Engkau mengirimkan utusan hanya sekedar untuk bertanya,siapa Tuhanku?' Itulah jawabanku kepada kepada kedua malaikat tersebut," jawab Ra'biah pula.

Menjelang wafatnya,Dzun Nun Al-Mishry ditanya, "Apakah keinginan anda?" Jawabnya, "Aku ingin mengenalNya sebelum kematianku,walaupun hanya sejenak." Kemudian dia bersyair, "Takut telah meletihkan diriku. Hasrat telah membakar diriku."

Dikisahkan,pada malam kematian Dzun Nun,tujuh puluh orang telah bertemu dengan Nabi Muhammad saw dalam mimpi mereka masing-masing.Semuanya mengisahkan bahwa di dalam mimpi itu Nabi bersabda, "Sahabat Allah telah tiba.Aku datang untuk menyabutnya."

--- Disarikan dari berbagai Kitab Tasawuf ---

==== Semoga Bermanfaat dan Menambah Keimanan kita ....

CANTIK AKHLAK DI DUNIA MAKA CANTIKLAH RUPA DI SYURGA


CANTIK AKHLAK DI DUNIA MAKA CANTIKLAH RUPA DI SYURGA

Berkenaan dengan ini,Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang bermaksud: "Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk ke syurga,rupa mereka seperti bulan pada bulan purnama. Mereka tidak meludah,membuang hingus ataupun membuang air di dalam syurga. Sikat rambut mereka di buat dari emas. Peluh mereka(seperti minyak wangi)misk. Setanggi mereka daripad...a gaharu yang wangi. Isteri mereka ialah para bidadari. Rupa mereka semua mirip antara satu sama lain,seperti rupa bapa mereka ADAM,(tinggi mereka) 60 hasta."-(Riwayat Imam al-Bukhari daripada Abu Hurairah)

Ahli Syurga di kalangan wanita pun akan mengalami penciptaan semula yang baru sama sekali. Allah s.w.t berfirman yang bermaksud: "Sesungguhnya kami menciptakan mereka dengan penciptaan baru. Dan kami kembalikan mereka menjadi gadis-gadis perawan. Penuh cinta dan sebaya(sama usia dengan suami-suami mereka)." - [Surah al-Waqi'ah 56: 35-37]
Bermaksud Allah akan membentuk semula rupa mereka menjadi gadis-gadis muda yang cantik jelita meskipun di dunia dahulu mereka telah tua dan rupa mereka tidak menarik sama sekali.
Tubuh gadis-gadis syurga itu sangat putih,bersih,berkilauan dan sangat wangi.
Daripada Anas bin Malik, Rasulullah s.a.w bersabda: " Andai seorang gadis syurga mendatangi bumi,nescaya ia akan menerangi apa-apa yang ada di antara timur dan barat serta akan memenuhinya dengan wangian."- (Riwayat al-Bukhari).

Puasa 9 & 10 Muharram


Puasa 9 & 10 Muharram

Sesungguhnya kelebihan yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW bagi sesiapa yang mengamalkan puasa sunat ini amatlah besar. Antaranya ialah apa yang diriwayatkan oleh Qatadah (maksudnya): “Bahawasanya Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, lalu Baginda SAW menjawab: "Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu". (Hadis sahih riwayat Imam al-Tirmizi).

Dalam riwayat yang lain pula disebutkan bagaimana Rasulullah SAW begitu mengambil berat dan memberi keutamaan kepada amalan puasa pada hari ‘Asyura ini. Hal ini sebagaimana yang disebut oleh Ibn Abbas bahawa beliau pernah ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura ini, lalu beliau berkata: “Aku tidak pernah ketahui bahawa Rasulullah SAW berpuasa sehari kerana mencari kelebihannya di atas hari-hari yang lain kecuali pada hari ini, dan Baginda tidak berpuasa sebulan kerana mencari kelebihan ke atas bulan-bulan yang lain kecuali bulan ini, iaitu: Ramadhan”. (Riwayat Imam Muslim)

Puasa Tasu’a (hari ke-9 Muharram)
Selain daripada berpuasa pada hari ‘Asyura ini, kita juga digalakkan untuk berpuasa pada hari sebelumnya iaitu hari ke-9 Muharram. Ini berdasarkan beberapa hadis sahih, antaranya ialah:

Daripada Ibn Abbas r.a berkata (maksudnya): “Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura, Baginda turut mengarahkan orang ramai supaya turut berpuasa. Lalu mereka berkata: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya hari ini adalah hari yang dibesarkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Lalu Rasulullah SAW bersabda lagi: "Sekiranya di tahun depan, jika diizinkan Allah, kita akan berpuasa pada hari ke-9". Ibn Abbas berkata: Tidak sempat munculnya tahun hadapan, Rasulullah SAW wafat terlebih dahulu.” (Riwayat Imam Muslim)

Daripada Ibn Abbas r.a berkata, bahawa Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Sekiranya aku masih hidup hingga tahun hadapan, nescaya aku pasti akan berpuasa pada hari ke-9". (Riwayat Muslim).

Imam al-Nawawi (wafat 676H) dalam menghuraikan hadis-hadis ini telah menukilkan pendapat Imam al-Syafie dan ulamak di dalam mazhabnya, Imam Ahmad, Ishak dan yang lain-lain bahawa mereka semua ini berpendapat bahawa disunatkan berpuasa pada hari ke-9 dan hari ke-10, kerana Nabi SAW berpuasa pada hari ke-10 (‘Asyura) dan berniat untuk berpuasa pada hari ke-9 (tahun berikutnya). Imam al-Nawawi menyambung lagi: “Sebahagian ulamak berpendapat bahawa kemungkinan sebab digalakkan berpuasa pada hari ke-9 dengan hari ke-10 ialah supaya tidak menyamai dengan amalan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari ke-10”. (Rujuk: al-Minhaj syarh Sahih Muslim, Bab al-Siyam, ( Beirut : Dar al-Ma’rifah , cet.7, 2000), jil 4, hal. 254).

Justeru, marilah kita merebut peluang pada kesempatan bulan yang mulia ini untuk menambahkan amalan kita dengan berpuasa sunat. Renungilah saranan yang diberikan oleh Rasulullah SAW seperti mana yang diriwayatkan oleh Jundub bin Sufian bahawa Rasulullah SAW bersabda (maksudnya): "Sesungguhnya solat yang paling utama selepas solat fardhu ialah solat pada waktu tengah malam dan puasa yang paling utama selepas puasa Ramadhan ialah puasa di bulan Allah yang kamu panggilnya Muharram".
(Hadis riwayat Imam al-Nasa’ie dengan sanad yang sahih).

Bulan2 Islam


Awal Muharam bermula hijrah
Safar hindari amalan salah
Rabiulawal awal nabi diputerakan
Di tahun gajah

Israk dan Mikraj di bulan Rejab
Syaaban tingkatkan amalan
Berpuasa di bulan Ramadhan
Berhari raya di bulan Syawal

Ibadat haji di bulan Zulhijjah
Juga menyambul Aidil Adha
Ibadat haji di bulan Zulhijjah
Juga menyambul Aidil Adha.